- Gerakan Anti-Bullying dan Anti-Pornografi: Edukasi sebagai Kunci Pencegahan
- Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Genap MI Al Munawwarah Kota Jambi Tahun 2026
- Keutamaan Shalat Dhuha
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL
- Wawancara Orangtua Menjalin Sinergi Madrasah dan Keluarga untuk Pendidikan yang Bermakna
- Membangun Karakter Islami, Masjid Al Munawwarah Gelar Pondok Ramadhan
- Pesantren Kilat Ramadhan, Membentuk Generasi Muslim Berakhlak Mulia
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, MI Al Munawwarah Gelar Buka Puasa Bersama
- Mengejar Keberkahan di Bulan Suci, MTs Al Munawwarah Rutin Tadarus Al Quran Selama Ramadhan
- Siswa MTs Al Munawwarah Juara 1 dalam Lomba Dai Cilik Madrasah Nurim Action II Tahun 2026tt
Lato-lato Menyenangkan! Namun Membahayakan Bagi Anak.
Selain menyenangkan, Lato-lato juga membahayakan.

Lato-lato, permainan yang sedang booming dimainkan oleh kebanyakan orang khususnya anak-anak akhir-akhir ini menuai pro dan kontra di mata masyarakat. Pasalnya, Lato-lato dihadirkan untuk mengenang kembali masa-masa tahun 90an sekaligus dapat menjauhkan anak dari gadged. Waah menarik sekali bukan? jika demikian, tentu masyarakat banyak sekali yang pro dengan khadiran permainan Lato-lato.
Meskipun dikatakan bahwa permainan Lato-lato dapat menjauhkan anak dari kecanduan gadged, para orang tua dan pendidik tentu harus melakukan pengawasan khusus ya. Karena permainan ini sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh, salah satunya mata.
Akhir pekan lalu, beredar berita seorang siswa Sekolah Dasar mengalami cedera pada bola mata yang cukup serius karena terhantam mainan Lato-lato. Hal ini tentu mengubah statement masyarakat khususnya bagi para guru dan orang tua menjadi kontra terhadap mainan Lato-lato. Adanya korban tersebut, tentu sebaiknya kita melarang anak bermain Lato-lato untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jauhkan Lato-lato demi keselamatan dan kebaikan anak, berikan kegiatan edukasi yang dapat membatasi anak dalam bermain gadged.
Semoga tidak ada korban permainan Lato-lato selanjutnya. Semangat untuk para orang tua dan juga guru dalam mengedukasi dan mengawasi anak-anak.



_11zon.jpg)

